Chapter 1 – Unmei no Akatsuki, Dawn of Destiny



Manusia merupakan makhluk yang sempurna. Bukti kesempurnaan itu adalah akal yang dimiliki manusia. Peradaban bangkit berdiri, berkembang, dan mencapai kejayaan mereka, lalu hancur oleh kesalahan mereka sendiri. Namun manusia-manusia yang hidup di dalam lingkaran takdir itu selalu ditemani oleh perasaan jahat yang memiliki peran dalam lingkaran tersebut. Sifat benci, iri, tamak, dan sifat lainnya itulah yang menjadikan mereka tidak berubah.

Lingkaran ini tak hengkang oleh waktu. Lingkaran ini akan terus ada hingga sifat buruk manusia lenyap oleh mereka sendiri. Manusia-lah yang melenyapkan satu sama lain, jauh berbeda dengan hewan yang tidak akan pernah bisa membunuh kawanan mereka sendiri. Manusia diberi pilihan, dan itulah pilihan yang mereka pilih.

Namun mereka juga diberi pilihan untuk memperbaiki keadaan mereka sekarang dan untuk masa depan. Manusia-lah yang akan menyelamatkan mereka dari lingkaran jahat itu. Manusia harus bersatu dan bangkit sebagai sebuah kesatuan. Itulah kemampuan yang membedakan manusia dengan makhluk lain.

Avalon merupakan sebuah benua yang berdiri oleh sebuah sumber energi bernama Amahagane, sebuah batu kristal yang muncul dari kahyangan. Amahagane memiliki banyak kegunaan. Amahagane bisa dijadikan berbagai bentuk elemen dan sihir, seperti api, angin, dan air. Sehingga Amahagane bisa dijadikan energi untuk membantu manusia dalam kehidupannya. Namun Amahagane bisa juga dijadikan senjata yang mematikan. Sebab itulah Amahagane tidak bisa lepas dari perputaran sejarah benua Avalon.Avalon dalam perkembangannya memiliki sejarah yang amat panjang. Manusia bangkit dan jatuh, tercatat dalam sejarah. Hingga kini Avalon diduduki oleh tiga kerajaan: Bumijaya, Britonnium, dan Hono’o.

Bumijaya merupakan sebuah negara yang memiliki budaya yang sangat menghargai alam dan Amahagane. Prinsipnya adalah alam dan Amahagane yang memberikan mereka kehidupan, sehingga tidak patut kalau alam menjadi sesuatu yang dimanfaatkan secara berlebihan. Negara ini dipimpin oleh Raja Bumijaya, seorang bijak yang sangat melindungi alam serta memiliki sifat yang paling berbeda di antara ketiga pemimpin negara di Avalon. Namun ia tak segan mengambil langkah tegas bila alam dan negaranya berada di kondisi yang rusak. Akibat kebijakan negara Bumijaya yang terlalu protektif, tidak banyak orang yang bisa masuk dan keluar dari negara tersebut.

Britonnium merupakan sebuah negara para penyihir dan intelektual. Berbeda dari kedua negara yang lain, negara ini dipimpin oleh pemimpin dewan penyihir Britonnium yang bernama Barbarossa. Dia merupakan seorang penyihir yang amat sakti. Negara Britonnium, yang merupakan negara para penyihir, memiliki pandangan yang berbeda dengan Bumijaya, di mana mereka berpikir bahwa sudah selayaknya energi alam dan Amahagane dipakai oleh manusia. Negara Britonnium lebih menekankan kebijakan mereka terhadap perkembangan sains dan sihir, sehingga negara tersebut menjadi paling maju di antara ketiga kerajaan.

Hono’o merupakan negara para ksatria. Budayanya penuh dengan perang dan pertempuran. Negara Hono’o dipimpin oleh seorang kaisar bernama Kiriyama, seorang petarung tangguh, pemberani, dan tak kenal ampun kepada musuhnya. Negara Hono’o merupakan negara yang paling sering melakukan ekspansi dan ekspedisi terhadap kedua negara yang lainnya, sehingga negara Hono’o memiliki kebutuhan energi yang paling banyak dibanding kedua negara yang lainnya.

Kaisar Kiriyama bersama ajudannya yang terkenal cerdik dan licik, Akumaru, memimpin invasi terhadap dua negara tersebut untuk mendapatkan seluruh sumber energi. Awalnya, negara Hono’o berniat untuk melawan mereka dengan cara yang terhormat. Namun ajudannya, Akumaru, mengajukan kepada Kiriyama sebuah rencana yang akan merubah takdir seluruh benua Avalon dan seisinya. Akumaru memiliki rencana untuk menghasut negara Bumijaya dan Britonnium supaya berperang dan menghabisi satu sama lain.Rencana inipun berhasil. Bumijaya dan Britonnium berperang satu sama lain. Kedua negara tersebut tak tahu bahkan tidak peduli bahwa negara Hono’o juga ikut andil dalam perang tersebut. Korban-korban berjatuhan atas nama perang untuk memperebutkan sumber energi Amahagane. Semua orang mati karena sifat tamak dan ego dari manusia. Sejarah terulang kembali.

Amahagane, yang merupakan kristal yang jatuh dari kahyangan, tidak tinggal diam melihat kondisi benua Avalon yang hancur porak poranda. Dia memutuskan untuk memilih tiga orang untuk menjadi penyelamat benua Avalon dan seluruh umat manusia yang hidup di dalamnya. Tiga orang tersebut dipilih dari ketiga negara yang terdapat di Benua Avalon sebagai, perwakilan dari negaranya masing-masing.

Orang yang pertama adalah Kai-hime, puteri dari kaisar Kiriyama. Dia adalah seorang wanita tangguh yang hidup di dalam budaya ksatria negara Hono’o. Lahir dari darah bangsawan kekaisaran, dia dibesarkan dengan keras oleh ayahnya. Namun dibalik semua itu, dia tetaplah seorang wanita dengan segala kekurangan nya. Kebimbangan akan keberadaan dirinya dan dunia di sekitarnya, membuat ia terus berjuang untuk mencari jati dirinya.

Orang yang kedua adalah Dananjaya, seorang pengelana dari negeri Bumijaya. Dia bosan dengan kehidupannya yang monoton dan tidak pernah berubah. Sehingga ia memustuskan untuk menjadi pengelana. Mencari pengalaman baru, serta mencari hal yang menarik merupakan hal yang telah menjadi motto hidupnya. Selain itu, alasan ia menjadi seorang pengelana adalah karena kesal dengan kebijakan negeri Bumijaya yang sudah ada . Serta, rasa keingintahuan nya terhadap hal yang menarik di dunia ini.

Orang yang ketiga adalah Merlin, seorang penyihir cilik yang tersohor dikarenakan kejeniusan dan keahlian dirinya di dalam bidang sains, sihir, dan filosofi. Dipandang sebagai orang Britonnium sejati, dia sangat menghargai wawasan dan pengtahuan di atas segalanya.

Ketiganya merupakan orang-orang terpilih untuk mendamaikan benua Avalon, yang masing-masing dari ketiganya memiliki sifat, latar belakang, serta kemampuan yang berbeda. Namun mereka harus bersatu untuk mencapai tujuan mereka.Mulai sekarang, takdir dan kehidupan mereka akan berubah selamanya..

Ini adalah hikayat kepahlawanan tiga orang terpilih tersebut.Ini adalah hikayat kepahlawanan Amahagane.

BACK